Sunday, June 29, 2008

Jagung dan Kedelai Juga Cetak Rekor

Kompas, Minggu, 29 Juni 2008 | 18:38 WIB

NEW YORK,SABTU - Harga komoditas jagung dan kedelai sempat terdorong ke rekor baru pada perdagangan Jumat (27/6) di pasar komoditas Chicago (CBOT) sebelum akhirnya ditutup melunak akibat hujan yang mengguyur kawasan Midwest AS dan para pelaku pasar ingin mengamankan keuntungan mereka menjelang laporan data pertanian terbaru pekan depan.

Kenaikan pada awal perdagangan itu mengikuti kenaikan tajam harga-harga komoditas dalam dua hari terakhir serta akibat rekor baru harga minyak yang sempat menyentuh level 143 dollar AS per barrel, seperti dilaporkan AP. Harga jagung untuk pengiriman Desember mencapai rekor tertinggi pada 7,96 dollar AS per bushel sebelum akhirnya ditutup pada 7,87 dollar AS, atau turun satu sen dari hari sebelumnya.

Sementara harga kedelai untuk pengiriman November mencapai rekor15,77 dollar AS per bushel, sebelum akhirnya ditutup pada 15,595 dollar AS atau turun 2 sen. Demikian juga dengan harga gandum yang ditutup melemah, yaitu 9,12 dollar AS per bushel atau turun 75 sen untuk pengiriman September.

Elaine Kub, analis komoditas dari DTN di Omaha, Nebraska memperkirakan laporan Departemen Pertanian AS pekan depan akan mendorong peningkatan volatilitas di pasar pekan depan. "Pasar sebenarnya ingin pergerakan yang lambat dan bertahap untuk melihat dampak kompleksitas ini pada permintaan. Ada banyak kompleksitas yang tengah berlangsung. Anda lihat banyak pelaku pasar yang ingin mengunci keuntungan mereka dan lebih berhati-hati hari ini," kata Kub.

Pasar finansial AS yang tengah jatuh juga mempengaruhi komoditas, terutama padi dan minyak. Indeks saham-saham industri Dow Jones merosot lebih dari 400 poin dalam dua hari terakhir ke level terendah sejak September 2006. Harga minyak jenis light sweet sempat menyentuh 142,99 dollar AS per barel di New York Mercantile Exchange (Nymex) sebelum akhirnya ditutup pada 140,21 dollar AS atau naik 57 sen dari perdagangan sebelumnya.

Di Nymex, harga komoditas logam mulia agak bervariasi. Emas untuk pengiriman Agustus naik 16,20 dollar AS menjadi 931,30 dolar AS. Sedangkan perak untuk pengiriman Juli naik 49,5 sen menjadi 17,62 dollar AS per ons, dan tembaga naik 5,4 sen menjadi 3,884 dolar AS per pon.


EDJ

Dapatkan artikel ini di URL:
http://www.kompas.com/read/xml/2008/06/29/18381741/jagung.dan.kedelai.dunia.juga.cetak.rekor

No comments:

Rafael V. Mariano, chairperson of the Peasant Movement of the Philippines, 2000

Food has long been a political tool in US foreign policy. Twenty-five years ago USDA Secretary Earl Butz told the 1974 World Food Conference in Rome that food was a weapon, calling it 'one of the principal tools in our negotiating kit.' As far back as 1957 US Vice-President Hubert Humphrey told a US audience, "If you are looking for a way to get people to lean on you and to be dependent on you in terms of their cooperation with you, it seems to me that food dependence would be terrific."